Penanaman Karakter dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Oleh: Afrinawati, M. Pd.
Dengan dikeluarkannya Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 044/H/Kr/2022 Tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Tahun Ajaran 2022/2023, maka SMA PGRI 3 Jakarta menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023, sehingga perlu melakukan penyesuaian penetapan satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka.
Kurikulum merdeka di mulai dengan dengan kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, oleh karena itu guru sebagai seorang pendidik yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, oleh karena itu guru harus mampu mengidentifikasi bakat setiap siswanya supaya dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Setiap anak memiliki bakat dan kepribadian yang berbeda, sehingga mendidik anak merupakan hal yang menarik dan unik.
Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dialkukan supaya para siswa bisa mengoptimalkan bakatnya dengan Kurikulum Merdeka, tidak ada lagi program peminatan di SMA. Peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasinya. Sedangkan guru bisa mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. kurikulum merdeka belajar di harapkan membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi. Setiap setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing
Berbagai kegiatan dilakukan di sekolah dalam membangun kompetensi siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran post it ini di gunakan guru untuk mengembangkan sikap kritis dan kreatif untuk melihat lingkungan yang sekitar, dalam pembelajran ini siswa di minta untuk berani mengemukakan pendapat mereka.
Pada pembelajaran presentasi ini peserta didik diajarkan untuk berani menghadapi penonton, belajr mengelola waktu, memaparkan hasil diskusi kelompoknya, dan bagaimana merespon kondisi, pertanyaan atau tanggapan dari teman sekelasnya.
Dalam proses pemblajaran siswa juga menggunakan media pembelajaran berbasis IT, dengan menggunakan infokus, gadget, handphone dll yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran, dengan pembelajran kelompok seperti ini diharapkan dapat membentuk sikap kerjasama, kolaborasi yang baik sehingga dapat menghasilkan karakter yang kuat.
Beberapa karakter yang ditanamkan dalam proses pembelajaran ini diharapkan dapat membudaya sehingga dapat membentuk karakter yang akan tertanam sepanjang hayat sehingga dapat beguna bagi masa depan anak-anak bangsa.